top of page

Group

Public·11 members

Soal Olimpiade Biologi Sma Tingkat Provinsi Dan Pembahasan


Soal Olimpiade Biologi SMA Tingkat Provinsi dan Pembahasan




Olimpiade Sains Nasional (OSN) adalah sebuah kompetisi ilmiah yang diikuti oleh siswa-siswa berprestasi dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) di seluruh Indonesia. OSN bertujuan untuk meningkatkan minat, bakat, dan prestasi siswa dalam bidang sains, matematika, dan teknologi, serta untuk menjaring siswa-siswa unggul yang akan mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi internasional.


Salah satu bidang yang dilombakan dalam OSN adalah biologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kehidupan dan makhluk hidup. Siswa-siswa yang mengikuti OSN biologi harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas dan mendalam tentang berbagai aspek biologi, mulai dari sel, jaringan, organ, sistem organ, organisme, populasi, komunitas, ekosistem, hingga biosfer. Siswa-siswa juga harus mampu menerapkan konsep-konsep biologi dalam konteks nyata dan menyelesaikan masalah-masalah biologi dengan cara ilmiah.


Download: https://celpesxlauyo.blogspot.com/?file=2w3z4f


Untuk dapat mengikuti OSN biologi tingkat nasional, siswa-siswa harus melewati beberapa tahap seleksi, yaitu:


  • OSN biologi tingkat sekolah (KSN-S), yang diselenggarakan oleh kepala sekolah masing-masing.



  • OSN biologi tingkat kabupaten/kota (KSN-K), yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan provinsi.



  • OSN biologi tingkat provinsi (KSN-P), yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan provinsi.



Pada artikel ini, kami akan memberikan contoh soal OSN biologi SMA tingkat provinsi beserta pembahasan dan kunci jawabannya. Contoh soal ini diambil dari soal-soal OSN biologi SMA tahun-tahun sebelumnya yang telah dipublikasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Contoh soal ini dapat digunakan sebagai bahan latihan dan referensi bagi siswa-siswa yang ingin mengikuti OSN biologi SMA tingkat provinsi.


Contoh Soal OSN Biologi SMA Tingkat Provinsi




Berikut adalah contoh soal OSN biologi SMA tingkat provinsi beserta pembahasan dan kunci jawabannya:


Soal Nomor 1




Suatu perkebunan membutuhkan tanaman yang memiliki kemampuan atau daya tahan terhadap serangan hama serta penyakit. Teknik Bioteknologi yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut ialah dengan membuat?


  • Kloning Transfer Inti



  • Tanaman Transgenik



  • Kultur jaringan



  • Kloning Embrio



  • Hibridoma



Pembahasan:


Teknik Bioteknologi yang dapat digunakan untuk membuat tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit adalah tanaman transgenik. Tanaman transgenik adalah tanaman yang mengandung gen asing yang berasal dari organisme lain yang memiliki sifat-sifat tertentu. Gen asing tersebut dapat dimasukkan ke dalam tanaman dengan menggunakan vektor seperti virus, plasmid, atau mikroinjeksi. Dengan demikian, tanaman transgenik dapat memiliki sifat-sifat baru yang tidak dimiliki oleh tanaman aslinya, seperti ketahanan terhadap herbisida, pestisida, patogen, atau kondisi lingkungan ekstrem.


Teknik-teknik Bioteknologi lainnya seperti kloning transfer inti, kloning embrio, kultur jaringan, dan hibridoma tidak dapat digunakan untuk membuat tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit. Kloning transfer inti adalah teknik yang digunakan untuk membuat individu yang identik dengan individu lain dengan cara memindahkan inti sel somatik ke dalam sel telur yang telah dihapus intinya. Kloning embrio adalah teknik yang digunakan untuk membuat individu yang identik dengan individu lain dengan cara membelah embrio menjadi beberapa bagian yang kemudian ditanamkan ke dalam rahim induk pengganti. Kultur jaringan adalah teknik yang digunakan untuk mengembangbiakkan tanaman dengan cara memotong bagian-bagian tanaman seperti daun, batang, akar, atau meristem dan menumbuhkannya di dalam media kultur yang mengandung hormon tumbuh. Hibridoma adalah teknik yang digunakan untuk membuat antibodi monoklonal dengan cara menyatukan sel limfosit B dari hewan yang telah diimunisasi dengan antigen tertentu dengan sel kanker mieloma.


Kunci Jawaban: B


Soal Nomor 2




Seorang siswa melakukan percobaan untuk mengukur laju fotosintesis pada tanaman hydrilla. Ia menggunakan lampu sebagai sumber cahaya dan mengatur jarak lampu dari tanaman. Ia menghitung jumlah gelembung oksigen yang keluar dari tanaman setiap menit sebagai indikator laju fotosintesis. Data hasil percobaannya adalah sebagai berikut:


Jarak Lampu (cm)


Jumlah Gelembung Oksigen (gelembung/menit)


10


40


20


30


30


25


40


20


50


15


60


10


70


5



Berdasarkan data tersebut, hubungan antara jarak lampu dan laju fotosintesis adalah?



  • Berbanding lurus



  • Berbanding terbalik



  • Berkurang secara eksponensial



  • Berkurang secara linear



  • Tidak ada hubungan



Pembahasan:


Laju fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah intensitas cahaya. Intensitas cahaya adalah besarnya energi cahaya yang diterima oleh suatu permukaan per satuan waktu. Intensitas cahaya berbanding terbalik dengan kuadrat jarak sumber cahaya dari permukaan. Semakin jauh jarak sumber cahaya, semakin kecil intensitas cahaya yang diterima oleh permukaan.


Dalam percobaan ini, lampu digunakan sebagai sumber cahaya dan tanaman hydrilla sebagai permukaan yang menerima cahaya. Jumlah gelembung oksigen yang keluar dari tanaman merupakan indikator laju fotosintesis, karena oksigen merupakan hasil sampingan dari reaksi fotosintesis. Semakin banyak gelembung oksigen yang keluar, semakin tinggi laju fotosintesis.


Dari data hasil percobaan, dapat dilihat bahwa semakin jauh jarak lampu dari tanaman, semakin sedikit jumlah gelembung oksigen yang keluar dari tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa laju fotosintesis berkurang seiring dengan penurunan intensitas cahaya. Jika data tersebut digambarkan dalam grafik, maka akan terlihat seperti kurva yang menurun secara eksponensial.


Soal Nomor 3




Seorang siswa melakukan percobaan untuk mengamati pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim amilase. Ia menggunakan larutan amilum sebagai substrat dan larutan iodin sebagai indikator. Ia memanaskan larutan amilum dalam tabung reaksi dengan suhu yang berbeda-beda, yaitu 0C, 20C, 40C, 60C, dan 80C. Kemudian, ia menambahkan enzim amilase ke dalam tabung reaksi tersebut dan mengamati perubahan warna larutan setelah beberapa menit. Data hasil percobaannya adalah sebagai berikut:


Suhu (C)


Warna Larutan


0


Biru tua


20


Biru kehijauan


40


Kuning


60


Coklat kemerahan


80


Coklat kemerahan



Berdasarkan data tersebut, suhu optimal untuk aktivitas enzim amilase adalah?



  • 0C



  • 20C



  • 40C



  • 60C



  • 80C



Pembahasan:


Enzim adalah protein yang berfungsi sebagai katalis biologis, yaitu zat yang dapat mempercepat reaksi kimia tanpa habis bereaksi. Aktivitas enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah suhu. Suhu adalah ukuran tingkat gerak molekul dalam suatu sistem. Suhu berpengaruh terhadap kecepatan reaksi enzim dengan dua cara, yaitu:



  • Meningkatkan energi kinetik molekul substrat dan enzim, sehingga meningkatkan frekuensi tumbukan antara keduanya.



  • Mempengaruhi struktur ruang enzim, sehingga mempengaruhi afinitasnya terhadap substrat.



Pada suhu rendah, aktivitas enzim rendah karena energi kinetik molekul substrat dan enzim rendah, sehingga tumbukan antara keduanya jarang terjadi. Pada suhu tinggi, aktivitas enzim juga rendah karena struktur ruang enzim rusak akibat denaturasi protein, sehingga afinitasnya terhadap substrat menurun. Pada suhu tertentu, aktivitas enzim mencapai nilai maksimum karena energi kinetik molekul substrat dan enzim cukup tinggi untuk membentuk kompleks enzim-substrat yang stabil. Suhu ini disebut sebagai suhu optimal.


Dalam percobaan ini, amilum digunakan sebagai substrat dan iodin sebagai indikator. Amilum adalah polisakarida yang tersusun dari rantai glukosa yang dihubungkan oleh ikatan glikosidik alfa-1,4 dan alfa-1,6. Iodin adalah zat yang dapat bereaksi dengan amilum dan menghasilkan warna biru tua. Enzim amilase adalah enzim yang dapat menghidrolisis ikatan glikosidik alfa-1,4 pada amilum dan menghasilkan produk berupa maltosa atau glukosa. Maltosa dan glukosa tidak bereaksi dengan iodin, sehingga tidak memberikan warna biru tua.


Dari data hasil percobaan, dapat dilihat bahwa warna larutan berubah dari biru tua menjadi kuning pada suhu 40C. Hal ini menunjukkan bahwa pada suhu ini, enzim amilase paling aktif dalam menghidrolisis amilum menjadi maltosa atau glukosa. Pada suhu 0C dan 20C, warna larutan masih biru tua atau biru kehijauan, yang menunjukkan bahwa aktivitas enzim amilase masih rendah. Pada suhu 60C dan 80C, warna larutan berubah menjadi coklat kemerahan, yang menunjukkan bahwa enzim amilase telah mengalami denaturasi dan kehilangan aktivitasnya. Oleh karena itu, suhu optimal untuk aktivitas enzim amilase adalah 40C.


Soal Nomor 4




Seorang siswa melakukan percobaan untuk mengamati pengaruh konsentrasi garam terhadap gerak osmosis pada sel tumbuhan. Ia menggunakan irisan daun rhoeo discolor sebagai bahan percobaan. Ia menyiapkan lima larutan garam dengan konsentrasi yang berbeda-beda, yaitu 0%, 0.5%, 1%, 2%, dan 4%. Ia memasukkan irisan daun ke dalam larutan garam ters